Minggu, 23 Juni 2013

Pengaruh Handphone Terhadap Perkembangan Masyarakat dan Budaya Khususnya Bagi Anak-Anak di Desa Putat Lor



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada saat ini, banyak anak muda yang menggunakan barang elektronik yang sudah canggih. Salah satunya adalah Handphone (HP), yang sering kita gunakan untuk alat berkomunikasi. Kemajuan teknologi Handphone telah banyak memberikan manfaatnya bagi kehidupan manusia. Handphone mampu menjalin komunikasi dari jarak yang jauh. Ia juga banyak membantu komunikasi antar individu dan bahkan antar kelompok dengan berbagai fasilitas layanan yang disediakan jasa telekomunikasi.

Handphone yang kita gunakan umumnya digunakan untuk berkomunikasi, tapi tidakkah kita tau bahwa anak muda sering menyalah gunakannya, yaitu untuk melihat hal-hal yang semestinya tidak patut mereka lihat apalagi sebagai pelajar. Bayangkan jika para pelajar melihat hal-hal seperti itu. Sekalipun belum ada pembuktian secara akademis, bahwa maraknya peristiwa penyimpangan seksual dan pernikahan dini saat ini adalah didorong oleh penyalah gunaan tekologi seperti situs porno di Handphone.
Rancangan Undang-Undang agar pelajar tidak diperbolehkan membawa handphone diperbincangkan di mana-mana. Perilaku pelajar dewasa ini semakin menjadi-jadi. Tak sedikit pelajar yang ketahuan menyimpan video dan foto yang tidak senonoh di handphone. Belum lagi, handphone juga digunakan untuk tukar-tukanran jawaban ujian. Sebagaimana perkembangan zaman yang modern , saya mengambil judul ini yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Handphone saat ini bagi pelajar di Indonesia.



A.    Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sejarah perkembangan teknologi Handphone?
2.      Bagaimana perkembangan Handphone dan penggunaannya di desa Putat Lor?
3.      Bagaimana dampak yang ditimbulkan dari penggunaan handphone bagi anak-anak di desa Putat Lor?
4.      Bagaimana pengaruh kemajuan teknologi handphone terhadap perkembangan Masyarakat dan budaya khususnya bagi anak-anak di desa Putat Lor?

B.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui perkembangan teknologi Handphone
2.      Untuk mengetahui perkembangan Handphone dan penggunaannya di desa Putat Lor
3.      Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari penggunaan Handphone bagi anak-anak di desa Putat Lor
4.      Untuk mengetahui pengaruh kemajuan teknologi handphone terhadap perkembangan Masyarakat dan budaya khususnya bagi anak-anak di desa Putat Lor







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sejarah Perkembangan Teknologi Handphone
Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal HP, ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu kira-kira tahun 1947 di negara paman sam alias Amrik dan Eropa sana. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlaan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.[1]
Sejarah Perkembangan handphone bermula di awal abad 19, sungguh perjalanan teknologi yang sangat lama. Literatur sejarah Perkembangan handphone adalah sebagai berikut :
1.      Tahun 1910
Adalah permulaan telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson (Swedia), pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson dan merupakan bidang bisnis telegraf.
2.      Tahun 1970-an
Perkembangan telepon mobile di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan perusahaan Motorola-nya.
3.      Sejarah GSM
Diawali dengan diadakannya konferensi pos dan telegraf di Eropa pada konferensi ini membentuk suatu study group yang bernama Groupe Special Mobile (GSM) untuk mempelajari dan mengembangkan sistem komunikasi publik di Eropa. Pada tahun 1989, tugas ini diserahkan kepada European Telecommunication Standards Institute (ETSI) dan GSM fase I diluncurkan pada pertengahan 1991.
4.      Pada tahun 1993
Sudah ada 36 jaringan GSM di 22 negara. Keunikan GSM dibanding generasi pertama adalah layanan SMS. SMS atau Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter. GSM yang saat ini digunakan sudah memasuki fase 2.Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5 G yang merupakan versi lebih baik dari generasi kedua. Generasi 2,5 ini mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE.[2]
Perkembangan teknologi Handphone semakin tahun semakin maju. Mulai dari lahirnya Handphone GSM yang bermula dari perusahaan Sony ericsson kemudian Nokia dan Motorola, kemudian hadir CDMA dan sekarang semakin maju hadir inovasi baru yaitu Blackberry dan Android. Dengan hadirnya Handphone tersebut dapat mempermudah masyarakat untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang mungkin berada di tempat yang berbeda. Apalagi dengan inovasi-inovasi baru yang dilahirkan seperti Blacberry dan android terdapat banyak aplikasi internet yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang terdekat seperti teman dan keluarga.

B.     Perkembangan Handphone dan Penggunaanya di Desa Putat Lor
Dahulu sebelum ada teknologi seperti sekarang, manusia lebih banyak berkomunikasi dengan menggunakan gerak-gerik, mimik, dan sikap tubuh karena manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan manusia lainnya. Namun seiring dengan perkembangan zaman masyarakat mampu membuat sebuah inovasi-inovasi baru untuk memudahkan berkomunikasi lalu mereka menciptakan alat komunikasi bernama handphone.
Sekitar tahun 2005 sebelum Handphone harganya murah, di desa Putat Lor ini masih jarang yang menggunakan Handphone. Bahkan Handphone masih menjadi benda asing yang hanya orang-orang kaya dan mampu yang dapat membelinya. Namun dengan seiring kemajuan teknologi di Negara ini maka Handphone menjadi barang yang tidak asing lagi, karena dengan harga 100 ribu saja kita sudah bisa mendapatkan Handphone dan sudah bisa digunakan untuk berkomunikasi
Dengan perkembangan Handphone yang semakin maju dan canggih kini sudah mulai dirasakan oleh semua masyarakat, bahkan masyarakat di desa pun tidak mau ketinggalan. Baik dari orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan mulai dari anak-anak SD, SMP, SMA, pergurian tinggi, sampai Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak sudah banyak yang memilikinya.
Di sebuah desa yang ada di kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, yaitu desa Putat Lor, Handphone bukan lagi menjadi kebutuhan sekunder melainkan menjadi kebutuhan primer. Tak heran karena barang ini merupakan barang yang hampir disebut wajib untuk memikinya. Dari Handphone kita bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang jauh, sehingga jika dalam keadaan yang mendesak bisa digunakan untuk menghubungi orang-orang terdekat ataupun keluarga. Sehingga komunikasi dengan orang-orang yang jauh menjadi lebih mudah lagi.
Bagi orang dewasa di desa Putat Lor ini, seperti Bapak-Bapak Handphone biasanya digunakan untuk menghubungi rekan kerjanya bila ada keperluan. Sedangkan bagi bapak-bapak yang keja jauh seperti diluar pulau atau luar kota Handphone biasanya digunakan untuk menghubungi orang-orang rumah sebagai rasa kangen mereka kepada keluarganya. Namun Handphone tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi saja melainkan untuk melakukan bisnis. Mereka bisa dengan mudah menjual barang atau menawarkan jasa melalui Handphone.
Sebelum terjadi perkembangan Handphone yang seperti sekarang ini, Ibu-Ibu di desa Putat Lor ini tidak ada yang memiliki Handphone. Namun sekarang hampir semua Ibu-Ibu baik yang masih muda maupun yang sudah tua banyak yang sudah memilikinya. Bagi Ibu-Ibu yang mempunyai pekerjaan diluar rumah, Handphone juga digunakan untuk berkomunikasi dengan rekan kerjanya, sedangkan bagi Ibu-Ibu rumah tangga Handphone tidak lagi menjadi barang yang penting melainkan hanya sebagai kebutuhan sekunder. Kegunaan Handphone bagi Ibu-Ibu rumah tangga hanya digunakan sebagai komunikasi dengan anak-anaknya ataupun dengan suaminya.
Sedangkan bagi anak-anak di desa Putat Lor ini, hampir semuanya sudah  memiliki Handphone. Baik Handphone yang tergolong bagus seperti Blackberry maupun Handphone yang biasa-biasa saja. Bagi anak-anak SD Handphone hanya digunakan untuk bermain game atau untuk mendengarkan musik saja. Sedangkan bagi anak-anak SMP, SMA, maupun yang sudah mahasiswa Handphone tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi tetapi juga dipergunakan dalam urusan lain seperti : SMS, MP3, Vidio, Kamera, Recoard, internet untuk mencari informasi pelajaran sehingga Handphone menjadi Multimedia.
Selain biar bisa berkomunikasi dengan mudah. Sebagian besar anak-anak di desa Putat Lor ini mengatakan bahwa tujuan utama menggunakan ponsel adalah sebagai alat komunikasi dan sebagai penyambung silaturahmi, sebagai hiburan, dan tidak menutup kemungkinan sebagai alat tambahan membantu dalam kelancaran berbisnis. Karena dengan Handphone remaja di desa ini juga bisa berbisnis melalui internet dengan membuka toko online. Sehingga bisa menghasilkan uang sendiri.



C.    Dampak yang Ditimbulkan dari Penggunaan Handphone bagi Anak-Anak di Desa Putat Lor
Tak bisa dipungkiri bahwa handphone memang punya beragam manfaat, tak hanya bagi orang kantoran atau orang dewasa lainnya, tapi juga bagi para pelajar atau peserta didik. Namun, seiring dengan perkembangan zaman ini, banyak pula dampak-dampak yang dihasilkan dari handphone, baik dampak positifnya maupun dampak negatif  yang dapat merugikan para peserta didik.
Ternyata dari survei yang saya lakukan terdapat beberapa dampak yang ditimbulkan dari penggunaan Handphone bagi anak-anak di desa Putat Lor. Apabila anak-anak di desa Putat Lor ini dapat memanfaat Handphone tersebut secara baik maka Handphone dapat bernilai positif. Handphone yang awalnya berguna sebagai alat komunikasi, tetapi dengan adanya fitur-fitur baru seperti internet  yang sekarang bisa dimanfaatkan sebagi tempat mencari informasi materi pelajaran bagi anak-anak. Selain itu terdapat beberapa fitur hiburan seperti MP3 atau game, disini mungkin anak-anak pelajar di desa Putat Lor dapat memanfaatkannya untuk menghilangkan penat saat belajar. Dengan demikian otak anak-anak akan segar dan lebih fress kembali, sehingga mampu menampung materi pelajaran dengan baik.
Ketika Handphone disalah gunakan oleh anak-anak di desa Putat Lor ini  maka Handphone tidak lagi bernilai positif, tapi akan berdampak yang negatif. Terutama akan berpengaruh terhadap prestasi belajar anak-anak di desa Putat Lor ini. Misalnya saja pada penggunaan internet, fitur ini memang akan berdampak positif apabila benar-benar digunakan untuk mencari informasi tentang materi pelajaran, namun jika anak-anak menggunakan internet sebagai hiburan maka akan berdampak yang sangat buruk. Apalagi sekarang internet menyediakan banyak jejaring sosial yang dapat digunakan. Nah, disini anak-anak akan lalai dengan tugas mereka sebagai pelajar yaitu belajar. Mereka berjam-jam lebih senang dan betah bermain internet untuk Facebookan dibandingkan mereka harus belajar sebentar saja.
Apalagi sekarang ini terdapat Handphone yang berinovasi baru yaitu Blackberry dan android yang menghadirkan banyak fitur-fitur baru yang dapat mengganggu prestasi anak-anak. Mereka yang terlanjur asik menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut kadang lali dengan tugas belajarnya, bahkan mereka sering menunda belajarnya hanya untuk bermain Handphone barunya.
Selain itu, kebanyakan dari anak-anak pelajar di desa Putat lor ini jika di sekolah di dalam ruangan kelas ketika mata pelajaran Matematik, Kimia atau Fisika, HP semuanya keluar dari kantong atau tasnya hanya untuk menjumlahkan, mengurangkan atau mengalikan bilangan-bilangan sederhana dalam contoh soal perhitungan yang diberikan oleh guru. Sehingga hal ini menjadi gejala buruk bagi perkembangan nalar atau logika berpikir anak-anak pelajar di desa Putat lor ini. Tidak percaya dengan pikirannya, lambat menggunakan pikiran atau nalar dan bahkan faktor malas orat-oret karena lebih praktis dengan Handphone.
Lebih buruk lagi Handphone digunakan saat ujian. Bukannya dimanfaatkan sebelum ujian untuk mencari informasi materi pelajaran kemudian dipelajari tetapi malah digunakan saat ujian itu berlangsung yaitu untuk mencotek, menyebarkan jawaban, mencari jawaban di internet, dan lain-lain yang bernilai negatif. Sehingga membuat anak-anak merasa ketergantungan atas Handphone tersebut. Waktu yang ada bukan digunakan untuk belajar tetapi untuk main game dan internetan.
Hal yang lain yang dapat menurunkan prestasi anak-anak di desa Putat Lor ini adalah fitur hiburan seperti game. Anak-anak yang sudah asik ngegame mereka akan susah untuk diganggu. Game akan berdampak positif apabila digunakan dengan baik dan tahu waktu. Kapan waktu saat ngegame dan kapan waktu untuk belajar. Sehingga game tidak akan merugikan bagi mereka.

D.    Pengaruh Kemajuan Teknologi Handphone Terhadap
Perkembangan Masyarakat Dan Budaya Khususnya Bagi Anak-Anak Di Desa Putat Lor
Kemajuan teknologi Handphone ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan masyarakat di desa Putat Lor ini dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Terutama bagi anak-anak di desa Putat Lor. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat desa Putat Lor. Saat ini, di desa Putat Lor dapat disaksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi Handphone terhadap nilai-nilai kebudayaan yang di anut masyarakat desa.
Kehadiran Handphone telah merubah kehidupan masyarakat di desa Putat Lor. Jarak selama ini dituding menjadi biang keladi kesulitan itu, tidak kuasa lagi menghalangi. Dahulu sebelum adanya Handphone masyarakat di desa Putat Lor ini lebih sering menyambung silaturrahmi dengan langsung datang kerumah, namun dengan adanya handphone mereka hanya sekedar kirim sms atau telpon untuk menanyakan kabar mereka. Sehingga masyarakat di desa Putat Lor ini sekarang lebih memilih praktisnya saja, mereka hanya datang kerumah keluarga yang jauh saat hari raya idul fitri saja.
Sedangkan bagi sebagian besar anak-anak di desa Putat Lor, sekarang merasa dirinya sangat tergantung pada Handphone. Menurut mereka kehadiran Handphone sangat membantu kemudahan hidup, komunikasi. Tujuan kemudahan hidup itu pula yang memaksa anak-anak di desa Putat Lor ini untuk memutuskan menggunakan Handphone.
Secara tidak langsung anak-anak di desa Putat Lor ini mengalami perubahan budaya, misalnya saja dengan murahnya harga Handphone sehingga semua masyarakat baik dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa bisa memilikinya. Nah, yang dahulu apabila ada kepentingan yang mendesak ataupun ada perlu mereka harus mendatangi rumahnya, namun sekarang dengan adanya Handphone terjadi perubahan budaya dengan cuma sekedar telpon ataupun sms untuk menghubunginya.
Kemajuan teknologi Handphone, bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa terutama di desa Putat Lor ini. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun negative, dapat dengan mudah di akses oleh anak-anak. Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya anak-anak di desa Putat Lor dengan segala image yang menjadi ciri khas mereka.
Hal itu mempengaruhi anak-anak mudah di desa Putat Lor terutama gaya hidup dan pola pikirnya. Mereka yang sering mengakses internet akan mencari tahu tren-tren pakaian dan cara berhijab yang modern. Sehingga terjadi banyak perubahan pada remaja di desa ini, diantaranya cara berpakain mereka, cara berkerudung. Mereka yang dahulunya hanya sekedar berjilbab sekarang lebih menekankan model yang lebih tren. Jadi anak-anak di desa Putat Lor ini sudah mengalami perubahan budaya.
Kemudian dengan adanya Handphone menjadikan anak-anak di desa Putat Lor ini lebih sering memegang Handphone daripada buku pelajaran, sehingga terciptanya budaya malas belajar. Anak-anak lebih betah main game dibandingkan harus belajar sebentar saja. Bagi mereka kalau belajar itu membuat rasa ngantuk, sedangkan bermain Handphone tidak bahkan bagi mereka lebih menyenangkan dan mengasyikkan.
Sekarang ini, akibat dari modernisasi seperti Handphone ataupun internet, kita dapat melihat bahwa tak ada bedanya gaya hidup masyarakat kota dengan masyarakat desa. Budaya barat yang dahulu hanya diadaptasi dan ditiru oleh masyarakat kota, dengan adanya kemajuan teknologi juga telah melanda masyarakat di pedesaan terutama masyarakat di desa Putat Lor ini. Budaya tolong menolong yang dahulu lekat dengan masyarakat desa, lambat laun berkurang meski tidak hilang sama sekali, berganti dengan budaya negativelistic. Budaya santun dan lugu yang juga menjadi khas masyarakat pedesaan perlahan mulai pudar dan berganti dengan budaya urakan yang dengan bangga mereka sebut dengan istilah gaul.
Pada hakikatnya, kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan adalah hal yang tak dapat kita hindari. Akan tetapi, kita dapat melakukan tindakan yang bijaksana terhadap diri kita sendiri, keluarga dan juga masyarakat luas agar kemajuan teknologi yang semakin dahsyat ini tidak sampai menggeser jati diri kita sebagai manusia yang memiliki norma dan juga nilai-nilai pekerti yang luhur. Bagaimanapun, sebagai anggota masyarakat, dan terutama sebagai orang tua, kita harus melakukan suatu tindakan representative dan preventif, agar semaksimal mungkin dapat mencegah pengaruh negative teknologi terhadap anak-anak kita khususnya kaum remaja yang merupakan generasi emas yang akan menjadi penerus perjuangan kita membentuk bangsa yang berakhlak dan berbudaya di masa yang akan datang.








BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Perkembangan teknologi Handphone semakin tahun semakin maju. Mulai dari lahirnya Handphone GSM yang bermula dari perusahaan Sony ericsson kemudian Nokia dan Motorola, kemudian hadir CDMA dan sekarang semakin maju hadir inovasi baru yaitu Blackberry dan Android. Dengan hadirnya Handphone tersebut dapat mempermudah masyarakat untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang mungkin berada di tempat yang berbeda. Apalagi dengan inovasi-inovasi baru yang dilahirkan seperti Blacberry dan android terdapat banyak aplikasi internet yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang terdekat seperti teman dan keluarga.
Dengan perkembangan Handphone yang semakin maju dan canggih kini sudah mulai dirasakan oleh semua masyarakat, bahkan masyarakat di desa pun tidak mau ketinggalan. Baik dari orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan mulai dari anak-anak SD, SMP, SMA, pergurian tinggi, sampai Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak sudah banyak yang memilikinya.
Ketika Handphone disalah gunakan oleh anak-anak di desa Putat Lor ini  maka Handphone tidak lagi bernilai positif, tapi akan berdampak yang negatif. Terutama akan berpengaruh terhadap prestasi belajar anak-anak di desa Putat Lor ini.
Kemajuan teknologi Handphone ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan masyarakat di desa Putat Lor ini dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Terutama bagi anak-anak di desa Putat Lor. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat desa Putat Lor. Saat ini, di desa Putat Lor dapat disaksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi Handphone terhadap nilai-nilai kebudayaan yang di anut masyarakat desa.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.websejarah.com/2010/01/sejarah-perkembangan-handphone-hingga.html

0 komentar:

Poskan Komentar